Minggu, 09 Juni 2013
Rabu, 24 April 2013
TEKNOLOGI HIJAU
Dalam era globalisasi ini sudah
saatnya kita peduli lingkungan yang berkesinambungan dan berjenjang, artinya :
terus menerurus di laksanakan dan dijalankan, seperti halnya kita makan tiga
kali sehari idealnya kita makan dan ada aturan – aturannya menurut angka
kecukupan gizi yang harus masuk ke tubuh kita sesuaia umur dan jenis
kelamin. Berjejang , ya semua
kalangan harus peduli dan disiplin, mulai dari diri sendiri , keluarga
lingkungan terdekat Rumah Tangga, RW , Desa
, Kecamatan , Kabupaten , Provinsi dan Negara Indonesia
Tentunya memerlukan kesadaran dan
disiplin, rasa disiplin ini harus
tertanam di masing – masing individu. Ini yang super berat menanamkan
jiwa disiplin pada masing – masing individu.
Tapi kalau kompak masing – masing individu ini menjalankan tugas dan
kewajibannya dengan jujur diserati iman
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing- masing, saya rasa - rasa akan
berhasil mengamankan lingkungan ini.
Teknologi Hijau mutlak harus di
laksanakan dengan jalan diantaranya : 1.
Kita awali dari kedisiplinan membuang sampah dan membedakannya. Sekarang sudah terdapat tong - tong sampah di
tempat-tempat yang strategis, tiap unit
berjejer tiga tong sampah sekaligus dan disitu terdapat merk yang jelas (sampah organic,
sampah plastic dan berat). Tapi saya
coba buka tak 100 % berfungsi, nah mulai
disinilah kita harus menanamkan rasa disiplin mulai dari diri sendiri ,
mendisiplinkan anak – anak dan anggota
keluarga kita dulu udah berat rasanya.
Untuk mendisiplinkan ini semua
perlu berjenjang, ya disamping kita mendisiplinkan keluarga juga kita sebagai
warga Negara harus turut pada aturan dan undang-undang yang berlaku di Negara kita,
dan dijalankan oleh semua warga.
Misalnya saja seandainya ada undang – undang tentang buang sampah dan
ini di laksanakan dan diawasi oleh semua pihak saya rasa teknologi hijau akan
terlaksana dengan baik.
Caranya mulai dari kedisiplinan
memisahkan sampah organic dan non organic, contohnya kalau sampah itu tidak di
pisahkan misalnya dapat sangsi tegoran atau apa gitu, terus ada petugas khusus
yang mengawasi dan di gajih yang memadai.
Seandainya saja di jalanan ada yang buang sampah sembarangan atau
buangnya pada tong sampah yang salah, dapat tilang dari petugas seperti halnya melanggar
peraturan lalu lintas, saya rasa lama – kelamaan akan menyadarinya, buang
sampah sesuai aturan.
Kita lihat Jakarta , yang jadi
masalah besar adalah sampah sampai –
sampai harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk biaya pengadaan TPA
(Tempat Pembuangan Akhir). Karena
tumpukan sampah itu menyatu , sampah organic, plastic logam dan lain – lain maka
cepatlah terbentuk gunung – gunung sampah yang mengakibatkan korban jiwa.
Tapi kalau warga Negara kita
sudah disiplin seperti Negara- Negara maju go gren atau teknologi hijau akan
terwujud. Dengan cara kita buat TPA ini 3(tiga ) lokasi yang berbeda : 1).
lokasi TPA sampah organic ; 2). Lokasi TPA sampah Plastik dan 3) TPA sampah
logam ( bekas kaleng dan lain – lain). Adakan pengolahan sampah di masing – masing TPA sesuai
dengan bahannya, misalnya di TPA sampah organic dibuatkan Pabrik pembuatan
pupuk organic hasilnya bisa di jual murah atau di subsidikan ke masyarakat,
untuk menanam sayuran atau tanaman lainnya yang di tanam di sekitar rumah
(tidak ada alas an tidak punya halaman sebab banyak cara untuk menanamnya. Sebagai contoh menanam sayuran dengan cara
verticultur (lihat di Blog Mari menanan
sayuran pada judul blog PENYULUH PERTANIAN KRETIF INDONESIA).
Disisi lain selama ini sulit
mendapatkan pupuk organic dalam sekala besar, sampai – sampai petani sayuran
membohongi diri sediri bilang sayuran organic, tapi masih pakai pupuk dan
pestisida non organic. Padahal kita
harus menyadari sudah banyak anak – anak kita atau teman kita yang kelainan
akibat dampak dari mengkonsumsi bahan
makanan yang tidak ramah. Enak memang
waktu di makannya tapi dampaknya kurang baik bahkan berbahaya.
Seandai nya cita – cita saya ini bias
terwujud karena dukungan semua pihak saya rasa Indonesia bisa jadi Negara
terkaya di dunia. Sebab kita memiliki
alam yang mendukung tiap hari kita bisa melihat matahari, ini sebagai sumber
enerzi untuk proses asimilsi semua tanaman.
Kapanpun kita bisa taman apapun. Kita harus bisa menguasai Alam. Jangan kita di kuasai alam dan merusaknya
demi kelangsungan lingkungan hidup yang
asri dan nyaman.
Penghijauan sudah di anjurkan di
mana-mana melalui selebaran- selebaran dan lain – lain yang diintruksikan
langsung dari Kementrian Kehutanan, tapi
kebanyakan yang dianjurkan itu tanaman pohon yang berkayu , itu juga bagus,
tapi disamping itu ada yang terlupakan , yaitu kita harus melestarikan atau
menggalakan lagi tanam bambu yang cepat berkembang. Contohnya saja tanam pohon satu tahun paling
besar diameternya sebesar tangan orang
dewasa, tapi tanam bambu satu tahun sudah jadi satu rumpun, menyerap air bisa banyak dan lama.
Saya ingat ada sebuah lagu yang
di kumandangkan oleh Guru SMP saya dulu :
Dibawah rumpun bambu , mata air membual
Dilingkung
batu – batu mengalir pelahau
Disana aku mandi tiap pagi dan petang
Sambil bernyanyi – nyanyi sejuk sehat dan nyaman.
Nah itulah lagu kenyatan adanya, seandainya lagi tanam bambu di intruksikan seperti menana pohon sejuta pohon, ya kalau tanam bambu cuku seratus pohon saja. lumayan tahun berikutnya, kalau sukses bisa menyerap air yang begitu banyak, tebing - tebig tidak akan terjadi lagi longsor yang berat.
Semoga yang baca blog ini peduli lingkungan mari kita kerja keras ikhlas dan cerdas untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara Agraris yang subur makmur lohjinawi. KUNCI UTAMA SEMUA KALANGAN JUJUR MENJALANKAN TUGAS MASING-MASING. Jangan terlalu banyak mementingkan pribadi dan golongan, sesuai panca PRASETI KORPRI yang di bacakan setiap Apelpagi, tapi kenyataannya?
Nah itulah lagu kenyatan adanya, seandainya lagi tanam bambu di intruksikan seperti menana pohon sejuta pohon, ya kalau tanam bambu cuku seratus pohon saja. lumayan tahun berikutnya, kalau sukses bisa menyerap air yang begitu banyak, tebing - tebig tidak akan terjadi lagi longsor yang berat.
Semoga yang baca blog ini peduli lingkungan mari kita kerja keras ikhlas dan cerdas untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara Agraris yang subur makmur lohjinawi. KUNCI UTAMA SEMUA KALANGAN JUJUR MENJALANKAN TUGAS MASING-MASING. Jangan terlalu banyak mementingkan pribadi dan golongan, sesuai panca PRASETI KORPRI yang di bacakan setiap Apelpagi, tapi kenyataannya?
Senin, 08 April 2013
Selasa, 25 Desember 2012
KEGIATAN PANEN RAYA DI KEC. LEUWISADENG KAB.BOGOR
Kegiatan panen raya padi sawah di kelompok tani Bunga Tanjung I Desa
Sibanteng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor yang dilaksanakan pada hari
Selasa 02 Oktober 2012 dihadiri oleh :
1.
Camat Leuwisadeng
2.
Perwakilan BP4K Kabupaten Bogor
3.
Perwakilan dari Instalasi PPOPT
Wilayah Cianjur
4.
Kepala UPT PTTPHPK III Wilayah
Leuwiliang
5.
PPK Leuwisadeng
6.
Mantri Statistik
7.
BP3K Leuwiliang
8.
Kepala Desa Sibanteng
Mulai dari Sebelah Kiri : Aan
Sutriaman (Petugas Pertanian Kecamatan Leuwisadeng), Suparman Sujatma, SP,MSi
(Kepala UPT PTTPHPK III Wil. Leuwiliang), Iwan Erawan, SE (Camat Leuwisadeng), Dede
(Instalasi PPOPT Wilayah Cianjur).
Dengan hasil ubinan 11,36 Ton/Ha
GKP dengan luas lahan sawah 50 Ha (terdiri dari 2 kelompok) Bunga Tanjung I dan
Bunga Tanjung II.
Sarana pendukung yang telah
dimiliki oleh kelompok tani yaitu : Traktor tangan roda dua 4 (empat) Unit
(program BUMA Tahun 2010 dan 2011). Dan Kegiatan SL-PTT Tahun 2011di poktan
Bunga Tanjung I Luas 25 Ha, SL-PTT Bantuan CSR Aneka Tambang seluas 5 Ha pada
tahun 2011 di poktan Bunga Tanjung II. Uji Varitas tahan tunggro dengan 6
Varitas, hasil sementara yang tahan terhadap penyakit tungro adalah varitas
Mekongga dan Inpari 13. Kegiatan Jides Tahun 2012 di Daerah Irigasi (DI)
Leuwisenen sepanjang 300 meter.
Minggu, 04 November 2012
CARA PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK UNTUK PADI
Bahan
yang diperlukan untuk pembuatan Pestisida organik ialah :EM-4 100 CC, Molase
100 CC, Alkohol 40% 100 CC, Cuka makan 100 CC, Air cucian beras yang kental 1
liter, jahe,lengkoas,kencur, kunyit temulawak masing-masing satu jari jempol
tangan, sereh yang besar 2 batang, bawang putih 10 siung daun nimba/mindi 1 kg,
daun babadotan 1 kg , brotowali 10 cm.
Cara membuatnya
:
Semua
bahan rempah-rempah ditumbuk sampai halus, masukan air beras, masukan bahan
lain secara berurutan, mulai dari cuka makan,Alkohol, molase dan terakhir EM-4
, lalu aduk secara merata. Masukan kedalam jerigen tertutup, kocok setiap pagi
dan sore. Buka tutup Jerigen/ tutup jerigen pakai selang kecil untuk
membebaskan gas yang terbentuk selama proses permentasi berlangsung. Setelah kurang lebih 15 hari, pengocokan
dihentikan. Atau setelah tidak ada gas
yang terbentuk. Biarkan lagi selama 7 hari, baru Pestisida Organik Bisa digunakan.
Dosis penggunaan 2 CC/liter air, disemprotkan . Khasiat pestisida Organik ini
untuk menekan dan mencegah serangan hama dan penyakit.
CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK UNTUK PADI
Dalam pembuatan pupuk organik untuk Padi ini diperlukan bahan-bahan
sebagai berikut : daun Conprey dan
kirinyuh( ini mempunyai kandungan unsure hara P yang tinggi)150kg,limbah
panen jerami padi 400 kg, pupuk kandang
300 kg, arang sekam 100 kg, dedak 50 kg, EM 4
250 CC ,Molase 250 CC, Air 50 liter atau secukup nya. Alat yang
diperlukan berupa : mesin coper untuk
menggiling jerami padi dan kirinyuh,
sekop, cangkul, tempat penanpungan, karung goni.
Cara membuatnya
:
Masukan jerami padi,kirinyuh dan conprey kedalam mesin
coper yang sudah menyala, cara menggilingnya di selang seling antara kirinyuh
jerami padi dan conprey supaya dalam proses pengadukan tidak lengket. Sambil
menunggu selesai menggiling bahan baku ,
larutkan EM-4 dan molase kedalam air Campurkan dengan dedak secara merata ,
campurkan bahan baku hasil gilingan dengan
pupuk kandang, campur lagi dengan dedak yang tadi,kandungan air adonan
30 %, bisa di tes dengan cara di kepal air tidak keluar dari adonan, dan
apabila kepalan dilepas adonan akan megar.
Adonan digundukan diatas ubin atau tanah kering yang terlindung dengan
ketinggian 15 – 20 cm kemudian tutup dengan karung goni. Perlu di perhatikan
jika tinggi gundukan lebih dari 20 cm
akan mengalami proses pembusukan dan jadi lengket sehingga susah dalam proses
pembalikan. Pertahankan suku gundukan 40 -50 oC, jika terlalu panas
buka penutup karunggoni tadi dan lakukan pengadukan.
Setelah 4- 7 hari proses pembuatan pupuk organik untuk
padi selesai dan siap digunakan untuk penanaman padi seluas kurang lebih 1000 m2 .
Langganan:
Postingan (Atom)